• Nama jenis: Dipterocarpus littoralis Blume.
  • Sinonim: –
  • Suku: Dipterocarpaceae
  • Nama umum: Plahlar Nusakambangan
  • Status konservasi: Kritis / Critically Endangered (CR B1ab(i,ii,iii,v); C1+2a(i); D ver.3.1. IUCN 2018)
  • Sebaran: Endemik Pulau Nusakambangan, Kab. Cilacap, Jawa Tengah

Plahlar Nusakambangan secara alami hanya tumbuh di Pulau Nusakambangan, terutama bagian barat Pulau. Habitat alaminya di hutan pamah campuran, di punggung bukit, lereng dan pinggiran aliran air, serta pada substrat tanah bukit kapur (limestone). Jenis ini termasuk dalam kelompok marga Keruing (Dipterocarpus), suku meranti-merantian (Dipterocarpaceae). Pohon Plahlar mampu mencapai tinggi 50 m dan diameter lebih dari 1 m. Batangnya halus atau agak meretak, keabuan dengan lentisel-lentisel yang terlihat jelas. Bila terluka atau ditakik dapat mengeluarkan resin berupa damar. Ciri khasnya adalah daunnya yang lebar 16–25(-52) cm x 10–18(-28) cm, kaku dan berlipatan, serta tulang daun sekunder yang banyak (19-24 pasang). Buahnya bersayap lima, terdiri atas dua sayap panjang (24 x 4 cm) dan tiga sayap pendek (10 x 6 cm).

Seperti halnya kelompok keruing, kayu Plahlar ini tergolong kayu bangunan yang berkualitas. Selain itu, resin damarnya juga dapat digunakan sebagai bahan untuk memakal* perahu.

Saat ini populasi Plahlar Nusakambangan mencapai  tingkat yang mengkhawatirkan, pohon dewasanya diduga kurang dari 500 individu. Selain itu, pohon dengan diameter lebih dari 50 cm sudah sangat sulit dijumpai. Dengan ancaman yang masih terus berlangsung dan bila tidak ada tindakan segera untuk pelestariannya, maka kepunahan Plahlar Nusakambangan ini hanya tinggal menunggu waktu saja.

Plahlar Nusakambangan terancam punah akibat adanya penebangan liar yang tak terkendali dan perambahan habitat alami. Selain itu, habitat Plahlar juga terdampak oleh desakan jenis invasif Langkap (Arenga obtusifolia) dimana ruang untuk tumbuhnya pohon lain tertutupi oleh populasi Langkap ini.

*)memakal = menutupi atau menambal atau melapisi celah-celah antar papan, biasanya pada perahu agar tidak tembus air.

Pustaka acuan:

Hamidi, A. & Robiansyah, I. 2018. Dipterocarpus littoralis. The IUCN Red List of Threatened Species 2018: e.T33376A125628315. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2018-1.RLTS.T33376A125628315.en. Downloaded on 01 March 2019.