• Nama jenis: Dipterocarpus cinereus Slooten.
  • Nama umum: Lagan Bras
  • Status konservasi: Kritis / Critically Endangered (CR IUCN ver 3.1 2017)
  • Sebaran: Endemik Pulau Mursala, Kab. Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara

Lagan Bras tercatat secara alami hanya tumbuh di Pulau Mursala, Kab. Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pada 1998, IUCN menyatakan bahwa jenis ini telah punah, namun Ekspedisi tim Kebun Raya Bogor – LIPI menemukan kembali jenis ini di Pulau Mursala pada 2012. Karena penemuan ini, statusnya kini tergolong CR.

Pohon Lagan Bras berukuran besar dengan diameter dapat melebihi 100 cm dan tinggi mencapai 50 m. Kulit batangnya mengelupas tipis dengan banyak lentisel agak menyerupai bulir-bulir beras di seluruh permukaan batang (karenya disebut lagan ‘bras’). Lagan bras merupakan anggota marga Keruing (Dipterocarpus) yang berdaun kecil (6 – 8 cm x 1,7 – 2,5 cm). Helai daunnya melanset, menjangat tipis, tulang daun sekunder sebanyak 7 – 9 pasang, membentuk sudut tajam pada tulang daun primer. Buah bersayap lima, dua sayap panjang (5 x 1,2 cm) dan tiga sayap pendek (5 x 5 mm). Hingga saat ini pemanfaatan Lagan Bras diketahui hanya untuk kayu bangunan saja.

Lagan Bras terancam punah akibat penebangan liar yang tidak terkontrol di Pulau Mursala, bersamaan dengan jenis kayu lainnya. Penebangan liar tak terkontrol ini juga menyebabkan habitat alaminya terdegradasi.

Lagan Bras memiliki populasi tersisa yang sangat kecil, diduga individu dewasanya tidak mencapai 500 individu. Ancaman utamanya berupa penebangan liar yang tak terkontrol. Upaya pelestarian sangat diperlukan guna menyelamatkan populasinya di masa mendatang.

Pustaka:

Barstow, M. & Kusuma, Y. 2017. Dipterocarpus cinereus. The IUCN Red List of Threatened Species 2017: e.T33374A109954087. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T33374A109954087.en. Downloaded on 01 March 2019.