Pada Desember 2018, FPLI bekerjasama dengan Save Our Nusakambangan Island (SONI) dan Biologi SATU UIN Sunan Kalijaga Yogkakarta, menggelar Lokakarya “Perancangan strategi konservasi spesies pohon langka Nusakambangan” di Cilacap.

Tuan rumah Lokakarya ini adalah Resort KSDA Cilacap dan Pemkab Jawa Tengah. Lokakarya dihadiri oleh 63 peserta dari beragam latar belakang mulai dari instantsi pemerintah, otoritas keilmuan (LIPI), universitas, NGO dan kelompok masyarakat, hingga swasta.

Lokakarya bertujuan untuk merancang strategi konservasi spesies pohon langka Pulau Nusakambangan, termasuk spesies endemik Plahlar (Dipterocarpus littoralis).

Selain Plahlar, pohon langka lain yang tumbuh di hutan Nusakambangan yaitu: Shorea javanica, Anisoptera costata, Sindora javanica, Afzelia javanica, Gonystylus macrophyllus, Bischofia javanica, Lithocarpus platycarpus, Prunus adenopoda, Schefflera fastigiata, dan Hopea sangal.

Dari hasil lokakarya, didorong kerjasama lintas-sektoral antara pemilik wilayah dalam hal ini KemenKumHam untuk Lapas Nusakambangan, dan pengelola kawasan seperti KLHK untuk kawasan Cagar Alam Nusakambangan, PT. Lafarge-Holchim, dan para peneliti serta pegiat konservasi untuk bersama-sama melakukan aksi konservasi di Nusakambangan.

Beberapa program utama yang digagas diantaranya penelitian lanjutan untuk populasi dan distribusi serta ancaman, program perbanyakan baik secara vegetatif stek maupun pembibitan dan anakan cabutan alam hingga restorasi dan koleksi ex situ di taman-taman kehati.

Butir-butir rencana aksi dan program yang telah disepakati para pihak ini kemudian dirancang ke dalam formulasi strategi konservasi pohon langka menggunakan metode theory of change, serta merunut pada materi strategi dan rencana aksi konservasi nasional untuk 12 jenis pohon langka Indonesia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *